Ledakan meteor terbesar abad ini mulai membikin ramai pasar batuan ruang angkasa. Banyak kolektor menyerbu Chelyabinsk, Rusia untuk mencari pecahan 7000 ton objek meteor itu.
NASA memperkirakan meteor Rusia ini berdiameter 15 meter ketika menghantam bumi hari Jumat lalu dan meledak seperti bola api angkasa yang lebih terang daripada matahari. "Ini fenomena besar dalam hidup kita," kata kolektor batu Michael Farmer dari Arizona. Bahkan para ahli mengatakan kemungkinan ada kesempatan bagus bahwa meteorit akan menggeser emas.
Sementara banyak meteor yang habis menguap ketika berada di atmosfer. "Bongkahan batu besar bahkan hanya sedikit saja yang bisa mencapai tanah," kata Marc Fries, ahli pelacak meteor dan ilmuwan senior di Planetary Science Institute di Tucson.
Para ilmuwan Rusia belum mengklasifikasi meteorit, gambar dan video yang diposting publik. Fragmen batuan tersebut ditemukan di dekat kawah danau beku. "Ada yang mengatakan kepada saya bahwa ini bukan meteorit besi. Sehingga mungkin mengarah pada chondrite, batu meteorit," kata Fries.
Meteorit besi juga kecil kemungkinannya hancur di atmosfer daripada batuan meteorit. Alan Rubin, ahli meteorit dan juga profesor geologi di Universitas California, Los Angeles menduga bahwa bola api Chelyabinsk ini adalah chondrite. Chondrite juga termasuk meteorit umum. Lebih dari 70 persen meteorit yang jatuh ke bumi adalah chondrite.
Meteorit yang jatuh mengacu pada 2 kategori bahan yaitu besi atau batuan. Meteorit besi terdiri atas 90 persen besi, sementara batuan meteorit terkandung komposisi batuan dan sedikit bahan logam.
Potongan meterot Rusia telah diposting dalam eBay, tetapi menurut Rubin besar kemungkinan itu palsu. "Gambar yang saya lihat lebih mirip terak (arang besi)," katanya.
Meskipun meteor mengungkapkan komposisi yang mineral yang jarang atau sudah umum, Rubin mengatakan bahwa ia tetap tertarik untuk melihat pecahan meteorit itu. Komposisi batuan meteorit mengandung petunjuk bagaimana tata surya ini terbentuk. "Mempelajari meteorit dan menentukan darimana mereka datang, kita dapat membuat peta awal sistem tata surya," katanya. Simak berita iptek lainnya di sini.
Courtessy : www.tempo.co







0 komentar:
Posting Komentar